 Pelaksanaan pesantren Ramadhan SMPN 4 Yogyakarta, selama tiga hari Jumat sampai Ahad tgl 12- 14 sept 2008 bertempat di Nailul Ula Centre , jalan Plosokuning Raya 81 A Minomartani Ngaglik Sleman.. Pesrom Ini angkatan kelima dimana sehari sebelumya angkatan keempat adalah SD karang jati , SD Minomartani V1 dua hari satu malam sebanyak 88 santri yang dibina oleh LPQ Bina ahklaq.
 Acara pembukaan hari jumat pagi jam 08.30 pagi oleh kepala sekolah H. Jazulianto, SPd. guru agama islam Nur Imamah SAg. dan staf guru .diikuti sebanyak 140 santri putra putri klas III. Pesan agar siswa belajar agama dengan baik benar, contoh : santri berpeci tapi rambutnya di bathuk(dahi) tidak tertutup malah kaya unyil kalau untuk sujud malah rambutnya menghalangi bathuk tidak kena tempat sujud menjadi masalah, dan masih banyak lagi. di pesantren dibawah bimbabingan ustadz ustadzah. Mohon diikuti dengan baik sungguh-sungguh sehingga menjadi bekal pada tingkat kehidupan di sekolah jenjang yang lebih tinggi serta keluarga dan dimasyarakat. Direktur LPQ Bina Akhlaq H. Mahmud Janal Dip.Ling. dalam amanatnya menyampaikan pesan kepada para peserta untuk mengikuti dengan semangat dan ikhla Pepatah dalam bahasa Arab   mengatakan manjada wajada yang berarti barang siapa yang bersungguh-sungguh dia akan mendapatkan yang diinginkan. Dalam akhir sambutannya dia mengucapkan selamat mencicipi dunia pesantren dengan langsung immerse, mencebur di kehidupan pesantren walaupun hanya singkat selama 3 hari 2 malam, tetapi menjadi sangat berarti untuk kalian (santri ) SMP 4 yang mayoraitas masyarakat perkotaan , Tema pesatren tahun 1419 H “ To Become Moslems Who Are Able To Face Global Challenge ‘ dalam Indonesia ( menjadi Muslim yang siap menhadapi tantangan global ). Memang di pesantren mempunyai kehebatan /istimewa yaitu belajar ilmu agama kitab-kitab dan aturan / norma tertentu untuk mengapai kesuksesan.dan ilmu kekinian yaitu teknologi dan informasi. Penasehat KH. Drs. Aliy As’ad MM. dalam tausiahnya kalian sebagai santri ( tadi diserahkan sekolah ) berarti sudah memasuki atmosfir pesantren .. Santri juga manusia kalau siang hari puasa lapar sore hari buka puasa, nagntuk, naik bis kota juga bayar, kalua dijotos ( dipukul ) ya sakit. sama dengnan kebanyakan orang di luar santri sama dalam hal sifat-sifat fisiknya..Akan tetapi semua problem (masalah) kehidupan sehari - hari sebagai santri selalu dan harus di sikapi dengan perspektif bingkai Intelektual dan spiritual yang proporsional seimbang , itulah yang membedakan. dan juga merupakan identitas / ciri santri atau bukan santri.. Nah semoga dapat memberikan manfaat yaitu kesan positif di hati para santri semua , untuk bekal menatap mensikapi problem kehidupan ke depan menjadi generasi muslim yang berahlakulkarimah sesuai dengan tema pesantren kita tahun ini . Galeri Foto Kegiatan LPQ bersama SMPN 4 Yogyakarta |