|
Demo Theatrikal Suci Episode Shalawat Nabi Memaknakan Shalawat a. Dalam kehidupan modern yang penuh tantangan di tengah rimba problematika sosial yang semakin kompleks ini, energi setiap orang terkuras habis dan harus bekerja keras untuk menghadapi semua itu. Pada banyak orang sering kehilangan kontrol diri dalam kompetisi kehidupan yang tiada pernah henti. Secara tidak sadar, mereka telah membuat diri sendiri menjadi mesin kehidupan yang berputar terus menerus. Kondisi sosial demikian membuat hidup menjadi gersang, panas dan tanpa arah, bahkan kehidupan yang jauh dari moral kemanusiaan yang luhur. Untuk itulah maka shalawat Nabi ditampilkan sebagai :
Þ Ikhtiar untuk memperkaya kehidupan dengan nilai-nilai ruhaniah Þ Hiburan batiniah agar segar kembali dan mampu menatap kehidupan dengan hati yang cerah dan sikap yang lembut karena pantulan cahaya Nur Ilahi yang timbul dari lantunan Shalawat Nabi. Þ Gladian pribadi agar mengenal Rasulullah lebih dalam, dan secara berangsur-angsur dapat melakukan idenfikasi diri dengan beliau. Þ Usaha membangun rasa mahabbah (cinta dan ta’dhim) kepada Rasulullah, suatu proses internalisasi spiritual tanpa henti. Dengan rasa mahabbah inilah, diharapkan mendapat syafa’at Udh-ma kelak di akhirat. b. Shalawat adalah interelasi total antara Allah swt, malaikat dan orang mukmin (Surat 33 Al Ahzab: 56). Shalawat juga mengekspresikan rasa mahabbah kepada Rasulullah, yaitu rasa cinta yang timbul dari ta’dhim dan penghargaan yang amat besar. Rasa cinta yang demikian itulah yang akan menyatukan antara orang mukmin dengan Nabinya, dan menurut hadits hal demikian akan mendatangkan syafa’at Udh-ma kelak di akhirat. Karena itu, klimaks dari rangkaian shalawat yang dibaca Habib Syekh antara lain berada pada sair yang berbunyi ”Isyfa’ lana ya habibana” (berikan syafa’at pada kita, wahai sang kekasih). Ketika sampai bacaan ini, musik terbang berhenti, dan semua melantunkan kalimat tersebut dengan penuh keyakinan dan khusyu. Banyak di antaranya yang hingga mencucurkan air mata. Suwukan (Ruqyah) Anak Sholih a. Suwukan adalah Do’a khusus bagi anak agar kelak menjadi orang yang alim (banyak ilmunya), aqil (cerdas dan kritis), amil (mengamalkan ilmunya) dan shalih, berbakti kepada orang tua, agama dan masyarakat. Berdasar hadits, Nabi Muhammad saw pernah menyuwuk Shahabat Ibnu Abbas ra ketika masih kecil. b. Suwukan ini diselenggarakan, satu dan lain hal untuk turut memberikan solusi terhadap keprihatinan orang tua dalam mewujudkan berbagai harapan terhadap anaknya kelak. Juga memberikan ketahanan iman agar anak tidak termakan pengaruh-pengaruh negatif yang kini sangat mengkhawatirkan atau bahkan mengerikan. c. Peserta suwukan diharapkan mendaftarkan diri sebelumnya, dilayani panitya mulai tgl 10-18 Maret di Pesantren Nailul Ula dan Pesantren Nashirut Thullab di Plosokuning, atau online ke www.lpqbinaakhlaq.com atau ngajiabah.blogspot.com. dan bisa chating ke email
Alamat e-mail ini diproteksi dari spabot, silahkan aktifkan Javascript untuk melihatnya
d. Pendaftaran tidak dipungut biaya. Pendaftaran dengan mengisi blanko yang telah disediakan untuk kepentingan pendataan guna pembuatan sertifikat dan bimbingan lebih lanjut oleh LPQ Binaa Akhlaq. Klik disini Untuk pendaftaran suwukan/ruqyah anak sholih
Penyelenggara Kegiatan Penyelenggara kegiatan adalah gabungan lembaga-lembaga dalam Nailul Ula Center, yaitu LPQ Binaa Akhlaq, Pesantren Nailul Ula, Madrasah PAS Bina dan Majelis Al Hikam. Pengunjung Melihat potensi jama’ah Habib Syech di Yogyakarta yang telah terkonsolidasi dalam jumlah besar, maka pengunjung diperkirakan 3000-5000 orang yang berdatangan dari DIY dan sekitarnya. Kemampuan Panitya Karena keterbatasan yang ada, Panitya tidak dapat memberikan pelayanan yang memadai baik konsumsi maupun akomodasi. Meski demikian, Panitya tetap berusaha untuk memaksimalkan pelayanan para pengunjung, dan para tamu undangan. Panflet juga sudah disebar dan Undangan melalui SMS dan surat telah dilayangkan kepada para Ulama dan tokoh masyarakat. Meski demikian, kekurangan tetap terjadi, karena itu berita ini harap dianggap sebagai Undangan. Atas segala kekurangan yang ada, melalui berita ini Panitya mohon dapat dimaklumi dan maaf yang sebesar-besarnya. Permohonan dan Harapan Panitya a. Kepada para pengunjung diharapkan hadir dengan tertib seperti biasanya, dan tidak perlu berebut mendekati panggung karena Panitya telah menyediakan beberapa layar monetor dengan sound system berkapasitas konser sehingga cukup memadai pada seluruh areal. Demi kenyamanan, sangat dianjurkan membawa alas duduk. b. Kepada warga masyarakat sekitar lokasi juga dimohon partisipasinya untuk turut menyambut para pengunjung, dan menyediakan sebagian ruang rumah untuk ditempati pengunjung sejauh dimungkinkan. c. Kepada Pihak Pemerintah setempat, mulai RT/RW, Pedukuhan, Pemerintah Desa, Kecamatan, Polsek dan Koramil, dimohon partisipasinya untuk turut mendukung suksesnya acara tersebut. d. Kepada para Ulama dan sesepuh dimohon do’a restunya demi suksesnya acara Shalawat dan do’a kita ini e. Marilah kita jadikan majelis Shalawat dan Do’a ini menjadi majelis ritual yang khusyu’ dan wibawa. Inilah : Demo Theatrikal Suci dalam Episode Shalawat Nabi |